Manusia dapat diartikan berbeda-beda dari beberapa segi. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti
"manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas
fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan
program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Istilah
robot berawal bahasa Cheko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak
mengenal lelah atau bosan. Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat,
berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor.
Perbedaan utama antara manusia dan robot (mesin)
adalah terletak pada ‘rasa’. Manusia punya perasaan
dan hati nurani yang bisa mengendalikan otaknya dan segala tingkah lakunya.
Sedangkan robot/mesin cuma bertindak berdasarkan program yang sudah ditanamkan
oleh pencipta/pengendalinya. Perbedaan lain antara manusia dan robot adalah
manusia bekerja dengan berpikir sedangkan robot bekerja tanpa berpikir. Manusia
yang cuma bisa bertindak atas program atau perintah orang lain (mengesampingkan
perasaan dan nuraninya) tak jauh bedanya dengan robot.
Robot mungkin akan melampaui kemampuan
intelektual manusia pada beberapa puluh tahun kemudian, dan memiliki perasaan
dan emosional seperti manusia. Pada beberapa poin mereka akan mengembangkan
kemengertian dan kesadaran diri murni, dan kita akan menegosiasikan hak-hak
mereka. Pada akhir abad ke-21, mereka akan memiliki intelegensi yang jauh lebih
unggul daripada manusia, bahkan mungkin memiliki personalitas yang lebih
menarik, sehingga berhubungan dengan mesin akan menjadi lebih menyenangkan
dibandingkan berhubungan dengan manusia lain.
Jauh sebelumnya pada tahun 1980-an,
Marvin Minsky memprediksikan munculnya komputer-komputer super cerdas dalam
lima tahun. Namun bagaimana pada abad ke-21? Hampir merupakan suatu kepastian.
Ketika anda merefleksikan sesaat mengenai bagaimana kita sudah semakin terserap
oleh dunia cyber. Pikirkanlah gabungan familiar sejumlah besar alat rumah
tangga saat ini, remaja berkaca mata, monosilabi dalam dialog mendalam bersama
dengan layar dan keyboard mereka. Mereka hidup dalam sebuah dunia berbeda, di
mana para penduduk menghabiskan berjam-jam tiap hari untuk berkelana di jaringan
(internet) atau mengirimkan pesan teks ataupun bermain games. Kehidupan
generasi mendatang tampaknya menetapkan lebih sedikit hubungan tatap muka
dengan orang lain dibandingkan dengan hubungan yang dilakukan melalui media
komputer, atau bahkan dengan mesin itu sendiri sebagai penerima langsung
perhatian mereka.
Pada sebuah catatan yang kurang vital
(secara literal), robot secara meyakinkan dapat menjadi satu sumber kegembiraan
baru, misalnya kompetisi Sepak Bola Robot Dunia kelima, RoboCup, yang
dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2001 di Seatle. Lebih dari seratus peserta
berkompetisi dalam empat liga berbeda sesuai dengan ukuran dan kemampuan.
Aturan esensialnya adalah bahwa para pemain berfungsi secara independen, tanpa
remote control apapun. Namun, saat bagus dimiliki semua: yaitu antusiasme—dari
penonton sebagai lawan partisipan—bahwa sekarang tujuan akhirnya adalah mengembangkan
satu tim robot humanoid, pada tahun 2050, untuk mengambil alih kemenangan
manusia pada kejuaraan Dunia paling akhir, dan bermain sesuai dengan aturan
FIFA.
Teknologi abad ke-21—genetik,
nanoteknologi, dan robotik—begitu kuat sehingga dapat melahirkan kelas-kelas
baru akibat kecelakaan dan penyalahgunaan. Hal yang paling membahayakan, untuk
pertama kali, kecelakaan dan penyalahgunaan ini secara luas ada dalam
pencapaian individu dan kelompok kecil. Mereka tidak memerlukan fasilitas besar
atau materi bahan mentah yang sulit didapat. Ilmu pengetahuan sendiri akan
memungkinkan pemanfaatan mereka. Perbedaan mencolok antara teknologi genetik,
nanoteknologi, dan robotik abad ke-21 dan teknologi 100 tahun sebelumnya adalah
bahwa sekarang tidak lagi perlu untuk menggunakan fasilitas besar atau akses
bahan mentah yang sulit didapat. Namun demikian, sebuah perubahan besar dalam
teknologi masa depan, dengan potensi tersembunyinya, akan sangat mungkin akan
segera mengambil alih planet.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar