Pages

Minggu, 26 April 2015

Team Work


BAB 2: PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Karakteristik Kelompok
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, menyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright & Zander, 1968; Lewin, 1948).

Adler dan Rodman, kelompok adalah sekumpulan kecil orang yang saling berinteraksi, biasanya bertatap muka dalam waktu yang lama guna mencapai tujuan tertentu. Ada 4 elemen kelompok, yaitu interaksi, waktu, ukuran, tujuan. Dorongan setiap manusia tergabung dalam kelompok terjadi karena adanya tuntutan pemenuhan kebutuhan primer, kebutuhan sosial, menyangkut kepentingan untuk memenuhi kebutuhan utama, seperti berkomunikasi, melakukan kegiatan bersama, keteraturan sosial, dan control sosial, kebutuhan negative, yang berhubungan dengan hakikat manusia sebagai makhluk pemikir dan bermoral seperti kebutuhan akan adanya perasaan benar atau salah, adil atau tidak adil.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia melakukan berbagai upaya. Upaya tersebut selalu berpedoman pada pengetahuan kebudayaan yang ada. Dalam memenuhi upaya tersebut, manusia tergabung dalam suatu kelompok.

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (Dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.

Karakteristik dari suatu kelompok diantaranya adalah :
1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksisosial, baik secara verbal maupun non verbal.
2. Anggota kelompok baru mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil, sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain, serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.


2.2 Tahapan Pembentukan Kelompok
Perkembangan sebuah kelompok selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah kelompok sebagai berikut :

1. Forming, yaitu tahap ini  merupakan tahap pembentukkan dimana semua anggota kelompok terjadi hubungan yang harmonis

2. Storming, yaitu pada tahap ini mulai terjadi perselisihan karena berbagai sebab. Penyebab utamanya karena visi, tujuan, dan sasaran yang harus dicapai tidak jelas karena anggotanya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Kejadian diatas mungkin bersumber pada kualitas pemimpin yang tidak efektif. Pada tahap ini kekuatan suatu kelompok akan diuji apakah bisa bertahan atau bisa jadi kelompok tersebut pecah atau di reshuffle.

3. Norming, yaitu merupakan tahap dimana anggota kelompok mulai menyepakati norma dan aturan yang akan mereka jadikan pedoman atau pegangan dalam menjalankan kegiatan dalam kelompok sehingga perbedaan pendapat dapat diselesaikan dengan mudah dan dapat disepakati oleh semua anggota.

4. Transforming, yaitu pada tahapan ini, tim telah menjadi dinamis karena pembentukan kelompok sudah terjadi dan mulai ada perubahan baik di masing-masing peserta maupun pada kelompok secara keseluruhan.

5. Performing, yaitu pada tahap ini kelompok telah berhasil melewati tahap norming dan selanjutnya mereka mulai bekerja untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.

6. Mourning, yaitu tahap akhir dari proses pembentukan sebuah kelompok. Pada tahapan ini, seluruh tugas telah selesai dikerjakan dan tujuan utama pembentukan kelompok sudah terpenuhi.


2.3 Pengertian Teamwork yang Efektif
Teamwork yang efektif adalah kelompok yang mampu menjalankan tugasnya sesuai rencana, sehingga hasil kerja yang dicapai dapat memberikan kepuasan kepada kelompok itu sendiri ataupun pihak lain diluar kelompok. Setiap anggota kelompok hendaknya memiliki etos kerja yang kuat dan dinamis, serta ikut aktif terlibat dan memiliki komitmen dalam hal tujuan, strategi, dan program yang telah disepakati untuk menunjukkan kerja yang optimal, serta secara kreatif memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan.


2.4 Kekuatan Teamwork
Teamwork  mutlak dilakukan untuk mewujudkan hasil optimal. Segala kekurangan dan kelebihan para individu dapat saling menunjang dalam pencapaian sasaran dengan rasa tanggung jawab. Keselarasan, kesinambungan yang diharapkan oleh setiap anggota dalam pemberian sepenuhnya dari apa yang dimiliki, dari pemikiran-pemikiran yang positif dan saran-saran yang masuk akal.
Teamwork atau kerjasama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork  merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.


2.5 Syarat Membangun Teamwork yang Baik
Secara umum, untuk membangun teamwork yang solid dibutuhkan beberapa syarat :
1. Jangan bersikap individualistis.
2. Berikan kontribusi.
3. Bersikap fleksibel .
4. Komunikasi.
5. Komitmen.
6. Kepercayaan dan Saling Menghargai.
7. Patuhilah Pemimpin.


Team Work yang baik sebagai berikut:
1. Teamwork adalah kerjasama dalam tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
2. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
3. Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang anda tidak bisa dan anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
4. Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
5. Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
6. Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
7. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
8. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
9. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
10. Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.


2.6 Implikasi Manajerial
      Untuk meningkatkan efektifitas teamwork dalam sebuah perusahaan diperlukan teamwork yang baik antara staff bagian dan divisi dalam perusahaannya tersebut, agar perusahaan dapat berkembang dan bergerak maju dengan lebih cepat.



BAB 3: KESIMPULAN DAN PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, menyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi.
      Teamwork atau kerjasama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork  merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.
Teamwork yang efektif adalah kelompok yang mampu menjalankan tugasnya sesuai rencana, sehingga hasil kerja yang dicapai dapat memberikan kepuasan kepada kelompok itu sendiri ataupun pihak lain diluar kelompok.



DAFTAR PUSTAKA

http://nfnurull.blogspot.com/2014/06/bekerjasama-dalam-team-kelompok-atau.html
http://doubleyuw-clover.blogspot.com/2014/07/bekerjasama-dalam-team-kelompok-atau.html
http://psikologikelompok.blogspot.com/2010/10/tahapan-pembentukan-kelompok.html

Komunikasi dan Arti Penting Komunikasi

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi dan Arti Penting Komunikasi
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”), secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis.Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi akan dapat berhasil apabila sekiranya timbul saling pengertian, yaitu jika kedua belah pihak, si pengirim dan penerima informasi dapat memahaminya. Hal ini tidak  berarti  bahwa kedua belah pihak harus menyetujui sesuatu gagasan tersebut, tetapi yang penting adalah kedua belah pihak sama-sama memahami gagasan tersebut. Dalam keadaan seperti inilah baru dapat dikatakan komunikasi telah berhasil baik (komunikatif).

2.2 Komunikasi Menurut Para Ahli (Tokoh)
Masing-masing para ahli mengeluarkan definisi sendiri-sendiri tentang komunikasi. Akan tetapi definisi para ahli terdapat kesamaan tentang apa itu komunikasi yaitu “penyampaian dan penerimaan informasi”. Komunikasi menurut para ahli:

1. Himstreet & Baty
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyak-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.

2. Laswell
Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakn apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.

3. Car I.Hovland
Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain.

4. William Albig
Komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan.

5. A. Winnet
Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut.

6. Everett M. Rogers
Seorang pakar sosiologi Pedesaan Amerika membuat definisi “Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi terhadap satu sama lain yang pada gilirannya akan tiba saling pengertian”.

7. Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

8. Karfried Knapp
Komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual).

2.3 Jenis-jenis Komunikasi
1 Komunikasi Intrapribadi, yaitu komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir.

2 Komunikasi Antarpribadi, yaitu komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung.

3 Komunikasi Kelompok (Kecil), yaitu komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication).

4 Komunikasi Publik, yaitu komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah berlangsung lebih formal.

5 Komunikasi Organisasi, yaitu komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok.

6 Komunikasi Massa, yaitu komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.


2.4 Proses Komunikasi
Para ahli bahwa komunikasi yang efektif adalah pemahaman bersama antara orang yang menyampaikan pesan dan orang yang menerima pesan. Kata komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang artinya “bersama”. Komunikator atau pengirim pesan, berusaha mencari “kebersamaan” dengan si penerima pesan. Karena itu, dapat didefinisikan komunikasi (communication) sebagai transisi informasi dan pemahaman melalui symbol-simbol bersama dari satu orang atau kelompok ke pihak lainnya. Simbol-simbol bersama yang digunakan dapat berwujud verbal ataupun nonverbal. Dalam konteks struktur organisasi, informasi dapat bergerak ke atas ataupun ke bawah (vertikal), bergerak melintang (horizontal), atau bergerak ke bawah dan melintang secara bersamaan (diagonal).

Model proses komunikasi kontemporer yang paling banyak digunakan dikembangkan oleh Shannon, Weaver, dan Schramm. Para peneliti ini berusaha mendeskripsikan proses umum komunikasi yang dapat digunakan untuk setiap situasi. Elemen-elemen dasar yang membentuk komunikasi mencangkup komunikator, pengkodean, pesan, media perantara, pengurai, penerima pesan, umpan balik dan suara derau.

Secara singkat, beberapa macam proses komunikasi sebagai berikut :
1. Lingkup organisasi. Menurut lingkupnya dalam organisasi, komunikasi dapat dibedakan antara komunikasi intern dan komunikasi ekstern.
Komunikasi intern adalah komunikasi yang ada atau berlangsung didalam sebuah organisasi.
Komunikasi ekstern adalah komunikasi yang terjadi atau berlangsung antara suatu organisasi dengan pihak luar atau dengan bagian-bagian organisasi lain.

2. Arah. Dari sudut arahnya,komunikasi dapat dibedakan antara komunikasi searah dan komunikasi dan komunikasi dua arah.
Komunikasi searah adalah komunikasi yang ditandai oleh adanya satu pihak yang aktif, yaitu penyampaian informasi; sedangkan pihak lainnya bersifat pasif dan menerima. Biasanya komunikasi atasan kepada bawahan, seperti instruksi yang harus dikerjakan dan semacamnya adalah komuniasi searah.
Komunukasi dua arah adalah komunikasi yang ditandai oleh peran aktif kedua pihak yang sama-sama sebagai pemberi dan penerima informasi. Pertukaran pikiran dan pendapat dalam rapat atau diskusi adalah contoh komunikasi dua arah

3. Tingkatan Organisasi. Di dalam struktur organisasi dikenal adanya tingkat-tingkat, dan karenanya juga akan ikut menentukan corak komunikasi yang berlangsung didalamnya. Berdasarkan tingkatan organisasi, komunikasi dapat dibedakan menjadi komunikasi vertical dan komunikasi horizontal.
Komunikasi vertical adalah komunikasi yang berlangsung antara bawahan dengan atasan didalam hirarki organisasi. Komunikasi vertical dapat berupa pemberian usulan, laporan, masukan, dan memohon petunjuk.
Komunikasi horizontal adalah komunikasi yang berlangsung di antara para pejabat yang sederajat. Komunikasi horizontal dapat berupa perintah, arahan, dan petunjuk,


4. Sifat Formal dan Informal. Dari segi sifatnya, komunikasi dalam organisasi dapat berupa komunikasi formal dan informal.
Komunikasi formal adalah komunikasi yang melalui jalur atau saluran organisasi dan berkenaan dengan urusan-urusan organisasi yang resmi.
Komunikasi informal adalah komunikasi yang berlangsung tidak melalui saluran organisasi yang resmi atau menyangkut urusan-urusan diluar organisasi.

5. Pola Komunikasi Kelompok. Beberapa pandangan para ahli bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara pola komunikasi dengan perilaku dalam kelompok.
Media. Dari segi media atau alat yang digunakan untuk mentransfer pesan, dikenal dengan adanya komunikasi visual, audial, audio-visual. Komunikasi visual adalah komunikasi yang menggunakan alat tertentu untuk mengirim pesan yang dapat ditangkap oleh indera penglihatan(mata). Komunikasi audial adalah komunikasi yang menggunakan alat tertentu yang pesannya ditangkap oleh pendengaran(telinga).Komunikasi audial contohnya adalah: radio, telephone, kuliah dll. Dan komunikasi audio-visual adalah komunikasi yang menggunakan alat tertentu yang pesannya ditangkap oleh penglihatan dan pendengaran secara bersamaan. Contoh komunikasi audio-visual termasuk didalamnya : video,film, lase disc,dsb.
 • Cara penyampaiannya: verbal – nonverbal. Dari segi cara  menyampaikan pesan dapat dibedakan antara komunikasi verbal dan non-verbal.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang pesan-pesannya disampaikan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kebanyakan orang, baik melalui media tulis maupun lisan. Penyiar televisI dan radio atau penulis brita dikoran yang pesannya dapat dengan mudah kita tangkap makna pesannya disebut melakukan komunikasi verbal pada hakekatnya lebih mudah dimengerti.
Komunikasi non-verbal disebut juga dengan komunikasi tanpa kata, adalah komunikasi yang pesan-pesannya disampaikan melalui symbol-simbol, isyarat, atau perilaku tertentu yang bukan dengan kata-kata. Biasanya komunikasi seperti ini dipahami oleh kalangan yang terbatas, tergantung dari pengalaman, pendidikan, latar belakang budaya dan adat istiadat, dsb. Misalnya, atasan yang marah pada bawahan karena tidak puas dengan hasil kerjanya menulis disposisi dengan tinta merah, orang yang berdiam diri diluar kebiasaan untuk mengkomunikasikan kesedihan, dsb adalah bentuk-bentuk komunikasi non-verbal. Karenanya, bentuk komunikasi ini pada tahap-tahap awalnya sukar dimengerti.

2.5 Komunikasi  yang Efektif
Pengertian Komunikasi Efektif Menurut Para Ahli yang ambil dari berbagai sumber:
Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune”, yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan.
Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tindakan.

Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :
1. Menciptakan suasana yang menguntungkan.
2. Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
3. Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
4. Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.
5. Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan.

Prinsip Dasar Komunikasi Efektif

1. Respect (Respek) adalah Perasaan Positif atau penghormatan diri kepada lawan bicara.
2. Empathy (Empati) adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang tengah dihadapi orang lain. Anda mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik sesuai dengan kondisi psikologis lawan bicara Anda.
3. Audible (Dapat Didengar) Audible mengandung makna pesan yang harus dapat didengarkan dan dimengerti. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
Pertama, pesan harus mudah dipahami, menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hindari bahasa yang tidak dipahami oleh lawan bicara.
Kedua, sampaikan yang penting. Sederhanakan pesan Anda. Langsung saja pada inti persoalan
Ketiga, gunakan bahasa tubuh Anda. Mimik wajah, kontak mata, gerakan tangan dan posisi badan bisa dengan mudah terbaca oleh lawan bicara Anda. Tunjukkan kesejatian Anda dengan mengoptimalkan bahasa tubuh dan pesan.
Keempat, gunakan ilustrasi atau contoh. Karena analogi sangat membantu dalam penyampaian pesan.
4. Clarity (Jelas) adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Salah satu penyebab munculnya salah paham antara satu orang dengan yang lain adalah informasi yang tidak jelas yang mereka terima.
Humble (Rendah Hati) Sikap Rendah Hati bukan berarti Anda Rendah Diri, Rendah Hati memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara terlebih dahulu, dan Anda menjadi pendengar yang baik.

2.6 Implikasi Manajerial
Publicapos.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan komunikasi buruk bahkan sering membuat pernyataan yang cukup kasar sehingga memunculkan konflik dengan DPRD DKI Jakarta.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia for Democracy and Justice (IDC), R Mubarrod kepada Publicapos.com, Minggu (15/3).

Menurut Mubarrod, gaya komunikasi politik Ahok kurang bagus dan rawan. Di Indonesia sendiri sejak dahulu terkenal dengan gaya santun, tapi gaya tersebut tidak terdapat pada Ahok. Bahkan Ahok terlihat menghiraukan adat komunikasi politik budaya Indonesia.

"Yang ditakutkan apabila menggunakan gaya seperti ini, maka akan berdampak buruk dan berimbas bagi daerah lain," tandasnya.

Mubarrod meminta Ahok harus mengubah cara komunikasinya karena bisa menimbulkan efek yang kurang bagus di tingkat masyarakat.

"Walaupun ada survei yang menilai masyarakat masih mempercayai Ahok, tetapi tidak dinafikan ada suara rakyat yang tidak menyukai Ahok dan gaya komunikasinya," paparnya.

Selain itu, ia mengkritik berbagai lembaga survei yang berupaya untuk menggiring opini bahwa Ahok masih dipercaya rakyat.(AHN).



BAB 3 KESIMPULAN DAN PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pada dasarnya komunikasi sangat diperlukan didalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai aspek, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi. Didalam kegiatan berorganisasi, komunikasi sangat diperlukan dengan tujuan agar sebuah system atau komunikasi yang ada bisa terjalin dengan sempurna dan lebih baik.

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan atau informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan atau informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik atau feed back kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima.

Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses kita juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.

Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan nonverbal, komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi nonverbal atau bahasa (gerak tubuh). Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbal balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara keduanya.


DAFTAR PUSTAKA

Greenberg, Jerald, Managing Behavior in Organization, Prentice hall, New Jersey, 2005
John M Ivancevich, Perilaku dan Manajemen Organisasi jil 2. Erlangga: Jakarta, 2005
Komang Ardana, Ni wayan M, Anak Agung A.S, Perilaku Keorganisasian, Graha Ilmu, 2008
Ig. Wursanto, Dasar – dasar ilmu Organisasi, Andi, Yogyakarta, 2005
http://artikel.okeschool.com/artikel/komunikasi/883/definisi-komunikasi-menurut-para-ahli.html

Kamis, 29 Januari 2015

KPK VS POLRI




Bibit pertikaian dua penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri akibat mengikutsertakan institusi dalam kasus hukum.

“Konflik antara KPK dengan Polri tersebut karena beberapa pihak mengaitkan kasus Komjen Budi Gunawan dan Bambang Widjojanto tersebut ke institusi. Padahal kasus yang adalah kasus hukum yang dijalankan oleh lembaga hukum, bukan permasalahan institusi yang menaungi keduanya,” tegas mantan Menkumham Andi Matalatta, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus rekening gendut adalah hal yang wajar.  Lantarn mekanisme hukumnya berjalan berdasarkan bukti-bukti hukum yang jelas.  Jika Budi Gunawan mengaku bersih dan tidak terlibat dalam kasus rekening gendut, ungkap Andi, ia harus membuktikan hal-hal tersebut ke pengadilan. 

“Kan bisa mengajukan praperadilan dan pembelaan,” ujar Andi. 

Begitupun dengan Polri yang menjadikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka.  Menurutnya, kasus Bambang tersebut bukanlah kasus institusi yang menaunginya. Sehingga tidak perlu dikaitkan ke institusi  tempat BW bekerja.
“BW sebagai orang yang paham tentang hukum pasti akan melakukan pembelaan ataupun praperadilan atas kasus yang menjeratnya,” tegas Andi.  

Ia menjelaskan dua institusi yang disebut bertikai adalah institusi penegak hukum. KPK berfungsi untuk memberantas korupsi. Sehingga KPK bekerja benar dengan  menetapkan BG sebagai tersangka karena ada bukti-bukti hukumnya.

Sedangkan Polri sebagai institusi hukum, dinilainya juga benar dan sah menetapkan BW sebagai tersangka karena bukti hukumnya juga jelas.

Andi berharap, sejumlah pihak yang berkepentingan tidak lagi mengaitkan kasus hukum dengan institusi tempat ia bekerja. Ia menyarankan, kasus hukum harus berjalan sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.


Referensi :

Pro Kontra Tiket Pesawat Murah


APAKAH ada jaminan tiket mahal, penumpang pasti selamat? Terbukti Garuda, Singapore Airlines, Air France, Japanese Airlines pernah mengalami kecelakaan. Nasib penumpang tidak tergantung pada tiket mahal atau murah. Jika tiket murah, apakah faktor keselamatan menjadi murahan juga?
Bagaimana dong logikanya, murah kok minta selamat. Apalagi sekarang dolar sudah mahal. Itulah berbagai pernyataan di media sosial yang menunjukkan pro-kontra atas kebijakan Kementerian Perhubungan berupa perubahan penetapan batas bawah harga tiket penerbangan.
Muhammad Alwi, direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, menyatakan kebijakan baru melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2014 itu membuat tak ada lagi harga tiket di bawah Rp 500.000. Kebijakan baru Menteri Perhubungan Ignasius Jonan itu jelas mengagetkan publik, yang selama ini menikmati penerbangan dengan tarif di bawah Rp 500.000. Bahkan banyak juga yang di bawah Rp 400.000. Dengan tiket berharga terjangkau itu, bandar udara (bandara) besar di Tanah Air menjadi hiruk-pikuk oleh keramaian calon penumpang. Atau, disesaki orang-orang yang baru tiba dengan penerbangan bertarif murah.
Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kota Tangerang, juga masuk daftar 10 bandara tersibuk di dunia. Itu bisa terjadi karena masyarakat yang sebelumnya tak berpikir bisa naik pesawat, kini bisa mewujudkan keinginan mereka.
Gejala itu dipotret sebuah maskapai penerbangan kategori low cost carrier (LCC), yang mengusung semboyan ”Everyone Can Fly”. Karena itu, banyak orang kecewa atas kemunculan kebijakan yang memberatkan mereka. Kebijakan itu muncul setelah terjadi kecelakan pesawat Air Asia QZ8501, baru-baru ini. Pihak yang kecewa menilai, kebijakan itu mengambinghitamkan tiket murah setelah terjadi kecelakaan terhadap Air Asia yang masuk kategori LCC.
Kebijakan baru itu juga seakan-akan menyeret publik ke adagium lama bahwa sesuatu yang murah identik dengan asalasalan, yang berujung pada ketidakselamatan. Pada berbagai kesempatan Jonan menyatakan pada prinsipnya lewat kebijakan baru itu, pemerintah membantu ”ruang keuangan” yang cukup untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan, standar keselamatan dan pelayanan.
Adalah logis perawatan pesawat, termasuk harga suku cadang yang dipengaruhi oleh nilai dolar AS karena harus impor, menjadikan biaya komponen lebih mahal. Faktanya, kini banyak harga tiket penerbangan lebih murah dibandingkan dengan harga tiket kereta api kelas eksekutif. Jonan membandingkan harga tiket kereta api rute Jakarta- Surabaya dan Jakarta-Yogyakarta yang kini sama, bahkan lebih mahal ketimbang harga tiket pesawat.
Padahal, biaya perawatan pesawat lebih mahal dan risiko yang dihadapi lebih tinggi. Masih Untung Namun argumentasi Jonan tak sepenuhnya dapat diterima. Sebab, maskapai penerbangan LCC bertarif terjangkau atau murah pun masih untung. Pasar LCC di Indonesia pun tumbuh sangat pesat. Orang yang semula naik kereta api eksekutif pun mulai berpaling ke penerbangan LCC. Mereka mempertimbangkan kecepatan waktu tempuh dan keekonomisan kereta api bila berpegang pada prinsip waktu adalah uang. Faktor kekurangnyamanan hanya dalam waktu satu jam penerbangan bukan kendala bagi kebanyakan orang. Salah satu kritik datang dari Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana.
Dia mengemukakan pemberian izin operasi maskapai penerbangan melayani rute dan menjual tiket dengan harga relatif murah, jelas menunjukkan maskapai bersangkutan telah memenuhi berbagai prosedur yang ditetapkan pemerintah. Tentu dalam pemberian izin itu pemerintah tidak akan mengabaikan faktor keselamatan.
Bila dalam proses sebuah maskapai diketahui tak bisa memenuhi syarat keselamatan, tidak mungkin diberi izin. Jadi selama ini LCC yang telah membantu rakyat memenuhi kebutuhan transportasi yang cepat dan harga terjangkau tidak masalah lagi dalam hal keselamatan. Maka membenturkan tarif murah dan keselamatan bukan langkah yang tepat, kecuali terbukti pemenuhan syarat faktor keselamatan maskapai LCC selama ini bisa dijualbelikan oleh oknum aparat pemerintah yang berwenang di bidang itu. Dari berbagai argumentasi itu, kita patut menduga dan curiga berkait dengan banyak hal. Pertama, benarkah selama ini tarif penerbangan murah tidak bisa mengatasi biaya keselamatan?
Bila itu terjadi, berarti selama ini izin yang diberikan berdasar proses abal-abal, yang mengabaikan faktor keselamatan. Kedua, benarkah kebijakan itu merupakan upaya pemerintah menyelamatkan transportasi darat dan laut yang berpotensi terdesak oleh bisnis LCC yang tumbuh sangat pesat?
Sehingga bahkan sampai mengundang pemain asing untuk berkiprah memberikan jasa layanan kepada rakyat Indonesia. Lalu, kecelakaan terhadap Air Asia digunakan sebagai pintu masuk untuk menyelamatkan transportasi darat dan laut. Kita tentu berharap segera memperoleh jawaban atas kondisi yang sebenarnya.

Referensi :

Teknologi Pendeteksi Black Box


Memasuki hari ke-13 pencarian besar-besaran atas korban dan reruntuhan pesawat AirAsia QZ8501, penyelam dan tim pencari dengan bekal berbagai instrumen mendeteksi ping-- yang lazim dipancarkan dari black box pesawat terbang komersial--, di dasar laut selat Karimata, Jumat.  

Mengutip www.aviation.com, ping (bunyi pancaran sinyal sebagai penanda lokasi terkini) instrumen black box itu tampaknya berasal dari bagian ekor Airbus A-320-216 yang tenggelam itu. Adapun instrumen vital yang menangkap ping itu adalah pinger locator yang berbasis teknologi sonar.

Pinger locator adalah alat yang berfungsi untuk membantu tim dalam mencari keberadaan objek misalnya black box dengan bantuan suara. Alat ini akan mengeluarkan bunyi "ping, ping, ping," jika menangkap alat yang dicari.

Untuk mengaktifkan pinger locator guna menangkap sinyal dari black box pada pesawat Air Asia, maka tidak boleh ada gangguan di lokasi, seperti tidak boleh ada keberadaan kapal-kapal di sekitar itu, harus free atau bebas supaya bisa jadi optimal

Selain itu, pengoperasian pinger locator juga harus memastikan para penyelam yang terdiri dari tim gabungan tidak melakukan penyelaman. Pengoperasian pinger locator saat penyelam berada di dasar laut akan membuat alat pendengaran meraka bisa rusak.

Referensi :

Minggu, 25 Januari 2015

All About 4G


Apa itu 4G ? 4G itu adalah istilah bahasa inggris yang  berarti fourth generation technology. Ini adalah perkembangan jaringan nirkabel untuk komunikasi mobile. Banyak yang bilang  teknologi ini merupakan perbaikan dari generasi sebelumnya, yakni 1G, 2G, 3G, dan 3,5G. nama resmi 4G adalah 3G dan beyond.

Negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat sudah melakukan teknologi ini sejak oktober 2012 lalu. Ini menjadi acuan standar penyedian jasa selluler dan internet disana. Pada desember 2014 lalu pemerintah Indonesia mulai membuka jaringan 4G untuk keperluan komersial. Jaringan super cepat itu bisa kita gunakan dengan 3  operator yakini telkomsel, indosat, dan xl axiata. Kabarnya sih mulai 2015 jaringan nirkabel ini akan diperluaas frekuensinya, sehingga masyarakat dapat dengan mudah dan nyaman untuk menikmati internet cepat berbasis 4G di Indonesia.

Apa keunggulan 4G dibanding 3,5G ? banyak gadget bertekknologi 4G pastinya membuat kita bertanya-tanya soal keunggulanya. Benarkah jaringan nirkabel itu super cepat ?  adakah keunggulan lain ? secara umum teknologi 4G punya beberapa hal yang patut diacungkan jempol dibanding 3,5G, yaitu

·         4G disebut-sebut punya kecepatan berinternet 5500x lebih cepat di banding teknologi sebelumnya. Sedangkan 3,5G hanya memiiki 3,6 Mbps kecepatan internet.
·         Kecepatan maximal transfer data 4G bisa mencapai 1Gbps jika didalam ruangan dan 100 Mbps ketika berpergian. Kecepatan transfer data mencapain 2Mbps.
·         Frequency band sekitar 2-8 GHz, sedangkan band 1,8- 2,5GHz.
·         Kita akan mendapatkan gangguan ketika menonton film atau bermain games secara online. Kalau teknologi 3.5G hanya suaranya saja yag tidak putus putus.
·         Sinyal 4G bisa mencapai daerah pedalaman dengan menggunakan perangkat LTTE. Sedangkan 3.5G atau HSPDA beroprasi pada platform 3G.

Selain perbandingan dengan teknologi jaringan nirkabel sebelumnya, 4G juga mempunyai keunggulan lainya, yaitu.

·         Dalam 6 menit  kita dapat mengunduh film berkapasitas 6GB
·         Download music 5MB hanya membutuhkan waktu 5 detik
·         Menghemat biaya pengeluaran untuk operator
·         Gadget pada jaringan 4G memiliki teknolgi yang dilengkapi internet protocol. Utuk memungkinkan mentranfer data melallui paket.

Apa saja kekurangan 4G ? selain tahuh keunggulan, kita juga harus mengetahui kelemahan atau kekurang dari 4G. ini supaya kita lebih menjaga gadget berjaringan super cepat tersebut itu.
·         Enggak semua gadget atau ponsel dapat menggunakan teknlogi tersebut. Biasanya handphone yang berteknologi terbaru dan harga mahal sudah menjadi hambatan bagi konsumen yang ingin memiliki gadget berteknologi super tersebut.
·         Kita juga harus berlagganan paket tertentu untuk dapat menikmati layanan 4G tersebut.
·         Biasanya, gadget dengan jaringan 4G akan lebih menguras batrai karena menggunakan resolusi dan kecepatan yang tinggi dan  dan lebih bagus.
·         Untuk saat ini jaringan 4G diindonesia belum tersebar luas.

Financial Freedom




Guys sebagai wanita kita juga harus bisa mandiri secara finansial atau financial freedom. Wanita yang sudah bisa mandiri secara finansial biasanya adalah wanita yang powerful, karna sebelum mereka mencapai finansial freedom tersebut, mereka telah melewati banyak hambatan dari rintangan. Hambatan tersebut membuat mereka menjadi lebih kuat.
Financial freedom atau mandiri secara finansial bisa didapat dengan melakukan banyak hal. Berbisnis salah satu untuk mencapai financial freedom. Kalian tidak harus melakukan bisnis besar , financial freedom bisa dimulai melalui berbisnis atau usaha kecil kecilan menjual barang ataupun jasa. Untuk memulai suatu bisnis, kalian bisa mengikuti langkah berikut ini.
Pertama, tentukan apa passion yang disuka, yang dapat dibuat bisnis menguntungkan kedepanya. Bisnis tidak terpatok hanya dengan menjual satu barang, menjual jasa juga adalah suatu bisnis. Segera tentukan mana yang kalian suka. Kedua, jika kalian lebih suka menjual barang , tentukan barang yang akan dijual, apakah makanan, pakaian, aksesoris atau produk lain. Produk yang dijual bisa hasil tangan sendiri ataupun mengambil dari supplier. Tetapi jika supplier lebih tertarik menjual jasa, suatu keahlian yang kalian miliki juga bisa dijadikan bisnis. Misalnya pintar memainkan alat musin atau pandai dalam pelajaran, kalian bisa menawarkan diri untuk menjadi guru les privat. Keahlian lain adalah seperti bisa membuat website atau membut logo, desain, menjahit makeup, potong rambut atau keahlian lainya juga bisa djadikan bisnis yang potensial.
Langkah ketiga yaitu mulai memasarkan bisnis. Tawarkan produk atau jasa keteman teman terdekat dan pihak luar. Gunakan social media untuk memasarkan bisnis kalian dengan facebook, twitter, instagram dll untuk mempermudah pemasaranya. Langkah keempat yaitu disiplin dalam hal pembukuan.  Siapkan dua sampai tiga buku untuk buku penjualan, buku kas,  dan buku order pelanggan. Buku pejualan untuk mencatat barang apa saja yang terjual dan stock barang. Buku kas untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran apa saja disetiap harinya. Buku order pelanggan utuk mencatat barang ata jasa apa saja yang pelanggan beli. Dan jangan lupa untuk mencatat laba rugi setiap bulanya. Langkah terakhir yaitu harus yakin, konsisten dalam berbisnis, dan jujur. Dalam bisnis juga banyak rintangan, jangan cepat menyerah jangan cepat down, harus tetap semangat dan lakukan yang terbaik.
“A business has to be involving, it has to be fun, and it has to exercise your creative insticts” –Richard Branson. Lakukan bisnis yang menyenangkan dan sepenuh hati, harus selalu berfikir kreatif agar tidak tertinggal dengan yang lain. Kalian pasti akan mandiri secara finansial. Dengan berbisnis bisa meringankan beban orang tua, mempunyai tabungan sendiri, dan bisa membeli barang yang diinginnkan.